Barcelona Tersingkir dari Liga Champions, Raphinha Marah: Barcelona Dirampok!

 


PINO BOLA -  Kemarahan menyelimuti kubu Barcelona setelah langkah mereka di Liga Champions terhenti secara dramatis. Satu di antara suara paling keras datang dari Raphinha yang menilai timnya dirampok usai tersingkir oleh Atletico Madrid.

Pemain asal Brasil itu tidak tampil karena cedera, tetapi tetap datang ke Madrid untuk menyaksikan langsung kekalahan agregat 2-3 yang membuat Blaugrana tersingkir di babak perempat final.

Barcelona sempat membuka harapan lewat gol cepat Lamine Yamal dan Ferran Torres yang menyamakan kedudukan agregat. Namun, gol Ademola Lookman memastikan Atlético melaju ke semifinal untuk menghadapi pemenang antara Arsenal atau Sporting CP.

Situasi makin sulit bagi Barcelona ketika Eric Garcia diganjar kartu merah di menit-menit akhir usai melanggar Alexander Sorloth sebagai pemain terakhir.

Keputusan itu memicu kemarahan Raphinha terhadap wasit.

"Pertandingan ini benar-benar dirampok," kata Raphinha seusai pertandingan.

"Wasit punya banyak masalah. Beberapa keputusan yang dia ambil luar biasa. Saya tidak tahu berapa banyak pelanggaran yang dilakukan Atletico dan dia tidak memberi kartu," lanjutnya.

Barcelona sempat meminta penalti setelah Dani Olmo dilanggar di babak pertama, meski Raphinha tidak secara spesifik menyoroti satu keputusan tertentu.

Ini menjadi laga kedua secara beruntun di Liga Champions yang memicu kemarahan Barcelona terhadap perangkat pertandingan.

Sebelumnya, klub pemuncak klasemen sementara La Liga itu bahkan telah melayangkan protes resmi kepada UEFA terkait kegagalan wasit memberikan penalti dan kartu merah kepada Marc Pubill pada pertandingan pekan lalu.

Namun, UEFA menyatakan protes tersebut "tidak dapat diterima" pada Selasa waktu setempat.

"Manusia bisa saja melakukan satu kesalahan, tapi ini terjadi lagi di pertandingan lain?" lanjut Raphinha.

"Kami bermain sangat baik, tetapi laga ini diambil dari kami."

"Ini sulit, apalagi ketika kami merasa harus bekerja tiga kali lebih keras untuk memenangkan pertandingan. Saya benar-benar ingin memahami kenapa wasit begitu takut melihat Barcelona lolos," sentil Raphinha.

Kegagalan ini melengkapi kekecewaan Barcelona setelah juga disingkirkan Atletico di ajang Copa del Rey bulan lalu. Meski begitu, musim mereka belum berakhir.

Barcelona sudah mengamankan Piala Super Spanyol (Spanish Supercopa) pada Januari lalu dan kini memimpin klasemen La Liga dengan keunggulan sembilan poin atas Real Madrid di peringkat kedua, menyisakan tujuh pertandingan.

"Langkah berikutnya adalah memenangkan La Liga," kata Flick.

"Kami berada di jalur itu. Ini belum selesai. Masih ada pertandingan tersisa dan kami harus bermain seperti hari ini."

"Tentu kami kecewa sekarang. Itu normal. Memenangkan Liga Champions adalah mimpi besar. Kami harus belajar dari hal-hal yang perlu diperbaiki, tetapi kami punya tim muda dan mereka bisa serta akan berkembang musim depan," ucap Flick.

"Saya tahu ini mengecewakan bagi semua orang; saya juga kecewa. Ini sepak bola, ini kehidupan. Kami harus bangkit," tegas pelatih asal Jerman itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adik Lionel Messi Alami Kecelakaan Lalu Lintas, Acara Pernikahan Terpaksa Ditunda

Hasil Bali United vs PSBS Biak: Comeback, Serdadu Tridatu Pesta Gol dan Benamkan Badai Pasifik di Dasar Klasemen BRI Super League

Gokil! Bintang NBA Kucurkan Uang untuk Jadi Jajaran Pemilik Chelsea